DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung manajer investasi dalam mendirikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sejak berlakunya POJK Nomor 35 Tahun 2024. Saat ini, satu DPLK telah didirikan oleh Manajer Investasi, yaitu DPLK Sinarmas Asset Management, dan satu permohonan lain sedang dalam proses perizinan. Pendirian DPLK memerlukan kesiapan yang komprehensif, termasuk aspek permodalan, tata kelola, dan operasional, karena mencakup administrasi kepesertaan jangka panjang, pelayanan peserta, dan pemenuhan kewajiban pelaporan kepada regulator.
Berdasarkan data posisi Mei 2026, return on investment (RoI) dana pensiun tercatat 0,51%, sedikit menurun dari April 2026 sebesar 0,55%, dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan. Total investasi dana pensiun mencapai Rp1.619,54 triliun, meningkat 7,76% secara tahunan, dengan komposisi didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sekitar 65,25% atau Rp1.056,79 triliun, diikuti deposito Rp222,35 triliun.
OJK terus mendorong transformasi digital di industri dana pensiun untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, dan efisiensi operasional. Tantangan utama meliputi investasi infrastruktur teknologi informasi, keamanan siber, peningkatan sumber daya manusia, dan integrasi sistem. Hingga Mei 2026, total manfaat dana pensiun sukarela yang dibayarkan mencapai Rp19,02 triliun, dan OJK belum melihat dampak sistemik dari meningkatnya angka PHK.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 Juli 2026 pukul 17.34
Digitalisasi Layanan Kehutanan Dikebut Demi Pangkas Birokrasi
Berita terkait
Investasi Dapen di SBN Tumbuh Tinggi, Tembus Rp1.600 T
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 18.45
Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 08.29
Kunci Tarik Family Office, Menteri Investasi Tegaskan PFII Harus Independen
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.15
Bos IMPC Serok 1,45 Miliar Saham Sekaligus, Nilainya Fantastis Rp1,81 Triliun
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.18