Dulu Hanya Ingin Kembangkan Pabrik, Ahok: Gak Bisa Nabok Pejabat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan latar belakang dirinya meninggalkan dunia bisnis dan beralih ke politik. Saat masih menjadi pengusaha di Belitung, ia awalnya tidak tertarik pada politik dan hanya fokus mengembangkan pabrik serta menjamin kesejahteraan karyawannya. Namun, mendiang sang ayah mengingatkan bahwa kekayaan seorang pengusaha memiliki batasan dalam menolong masyarakat miskin secara luas, berbeda dengan peran pejabat yang berwenang menentukan kebijakan publik.
Titik balik Ahok terjadi pada tahun 2003 ketika operasional pabriknya terpaksa ditutup akibat tekanan dari oknum pejabat dan oknum perusahaan BUMN joint venture. Mengalami tekanan tersebut, Ahok menyadari keterbatasan posisi pengusaha saat berhadapan langsung dengan kekuasaan birokrasi, sebagaimana pepatah kuno yang pernah disampaikan oleh ayahnya.
Pengalaman tersebut mendorong Ahok untuk berhenti dari jalur wirausaha dan resmi masuk ke sistem pemerintahan. Melalui jalur politik, ia bertekad memperoleh kewenangan sah dalam merumuskan kebijakan publik demi melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dalam skala yang jauh lebih luas.
Bagikan
Berita terkait
Frustasi Diperas, Ahok Ceritakan Alasan Menutup Pabriknya
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 13.00
Ahok Ceritakan Alasan Terjun ke Politik, 'Orang Kaya Tidak Akan Pernah Bisa Lawan Pejabat'
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Prabowo Didesak Evaluasi MBG dan Klarifikasi Isu Nepotisme
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 13.44
PKB Bentuk Satgas Prabowonomics, Kawal Kebijakan Prabowo
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.01