Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Konglomerat Punya 23.000 Toko
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Djoko Susanto membangun jaringan ritel Alfamart mulai dari membantu warung kelontong ibunya di Petojo, Jakarta Pusat. Pengalamannya berkembang melalui Toko Sumber Bahagia hingga menjadi penjual rokok terbesar Gudang Garam pada 1987, yang kemudian membawanya menjadi direktur penjualan di PT HM Sampoerna dan membantu peluncuran Sampoerna A Mild.
Pada 1989, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo dengan modal Rp2 miliar melalui Toko Gudang Rabat. Bisnis ini bertransformasi menjadi Alfa Minimart pada 18 Oktober 1999 di Tangerang dan resmi melantai di bursa saham pada Januari 2000. Nama perusahaan resmi berubah menjadi Alfamart pada 1 Januari 2003.
Kini, Grup Alfamart telah berkembang pesat dengan mengoperasikan lebih dari 23.000 gerai di seluruh Indonesia, termasuk melalui merek Alfamidi dan Lawson.
Bagikan
Berita terkait
Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 20.45
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 19.30
Benci Utang dan Iklan, Cara Unik Miliarder India Jadi Raja Ritel
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 20.02
Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 16.45