Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa cadangan minyak dunia berada pada level mengkhawatirkan pasca-perang di Timur Tengah yang berlangsung tujuh bulan. Pasokan minyak telah berkurang hampir 3 miliar barel, setara dengan separuh volume normal melalui Selat Hormuz. Untuk menutup kekurangan, lebih dari 1 miliar barel ditarik dari cadangan, termasuk 300 juta barel dari cadangan strategik negara. Stok komersial tersisa di bawah 6 miliar barel, mayoritas tidak dapat digunakan secara praktis. Nasser menyatakan sistem pasok energi dunia tertekan dengan pilihan terbatas. Konflik juga melibatkan teknologi seperti citra satelit untuk serangan infrastruktur. Setelah konflik berakhir, proses menyusun ulang persediaan memakan waktu hingga dua tahun. Aramco sedang menilai rute ekspor tambahan dan fasilitas penyimpanan luar negeri. Meski pasokan melalui Selat Hormuz mulai pulih dengan skema bergilir, biaya pengiriman tetap tinggi dan pasar minyak ketat.
Bagikan
Berita terkait
Rusia Ketiban Durian Runtuh, Pendapatan Minyak Cetak Rekor Rp49 Triliun di Tengah Perang Teluk
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 11.36
Trump Bikin Geger, Mendadak "Bocorkan" Kapan Perang Iran Berakhir
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.35
Trump Bilang Perang Iran Akan Berakhir setelah Pemilu Sela AS
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 08.14
17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.20