Dunia Masuk Era 'Higher for Longer', Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia Gubernur Destry Damayanti memaparkan bahwa ekonomi global memasuki era 'higher for longer' dengan suku bunga tinggi yang lebih lama. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi negara berkembang seperti Indonesia karena menyebabkan arus modal keluar ke negara maju seperti Amerika Serikat. Investor cenderung beralih ke sektor teknologi canggih seperti AI yang menghasilkan return tinggi, mengabaikan sektor di Indonesia. Di AS, ekonomi tetap solid namun inflasi meningkat akibat harga minyak mentah dunia yang naik, sehingga dolar AS menguat dan suku bunga obligasi menjadi 5% untuk obligasi 10 tahun (normal 3%). Fed duga akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September Oktober 2026, sehingga BI perlu waspada terhadap tekanan modal keluar yang semakin kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 14 September 2026 pukul 07.30
Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia, Potensi Melemah ke Level Rp 17.650 Hari Ini
Berita terkait
Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.30
Biang Kerok IHSG Anjlok ke 6.497
Detik.com · 11 September 2026 pukul 11.23
IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Kisaran 6.600-6.700
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 08.53
IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 6.611, Simak Rekomendasi Saham Ini
kumparan · 10 September 2026 pukul 07.30