Biang Kerok IHSG Anjlok ke 6.497
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,40% menjadi 6.497,36 pukul 11.00 WIB pada Jumat (11/9). IHSG sempat melemah 2% pada pembukaan dengan level terendah 6.462,96. Penyebab utama lonjakan harga minyak dunia US$104-108 per barel akibat eskalasi konflik Timur Tengah antara AS-Iran, serangan ke tanker minyak Iran, rudal ke Yordania, dan serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi. Harga emas turun hampir 2% ke US$4.300 per ons. Lonjakan harga energi memicu ekspektasi kenaikan Fed Rate 25 bps pekan depan dengan probabilitas 72%. Imbal hasil UST 10 tahun naik ke 4,95% mencerminkan kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi. Riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masuk fase downtrend dengan target koreksi 6.502 dan area berikutnya 6.448.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 07.30
IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 6.611, Simak Rekomendasi Saham Ini
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.26
Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.27
Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 08.50
IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Yield US Treasury
Berita terkait
Harga Minyak Tembus US$105 per Barel, Pasar Obligasi dan Saham Terguncang
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.00
Harga Minyak Dunia Tembus USD 100/Barel, Pasokan Timur Tengah Masih Terganggu
kumparan · 10 September 2026 pukul 08.15
12 Negara Batasi Dagang dengan Israel, Harga Minyak Memanas Nyaris USD 100/Barel
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.34
IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.46