Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom: 60% Rakyat RI Cari Nafkah Sendiri, Negara Gagal Ciptakan Lapangan Kerja

Menurut ekonom senior Ferry Latuhihin, hanya 40% pekerja Indonesia yang terserap di sektor formal, sementara 60% sisanya bertahan di sektor informal seperti ojek online, pedagang kecil, warung makan, dan warung kopi. Kondisi ini menunjukkan kegagalan negara dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan, sehingga mayoritas pekerja sulit naik kelas ekonomi. Ferry menilai ekonomi Indonesia masih bersifat primitif karena ketergantungan tinggi pada sektor informal yang tidak menciptakan lapangan kerja tetapi hanya menempatkan pekerja sebagai pekerja sendiri.

Data World Bank dalam laporan Macro Poverty Outlook memproyeksikan bahwa 64,2% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan internasional kelas menengah atas, dengan batas pengeluaman US$ 8,30 per kapita per hari menggunakan metode Purchasing Power Parity (PPP). Bank Dunia menegaskan bahwa data BPS lebih akurat untuk menggambarkan kondisi kemiskinan domestik, karena standar US$ 8,30 tidak menggunakan kurs pasar biasa. Meskipun angka ini menggambarkan gambaran umum, Ferry menekankan bahwa solusi nyata harus fokus pada penciptaan lapangan kerja formal yang berkelanjutan agar pekerja sektor informal dapat beralih ke pekeran yang lebih produktif dan memiliki proteksi sosial yang lebih baik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait