64% Rakyat Indonesia Miskin Versi World Bank, BPS Cuma 8%? Ini Penjelasan Ekonom
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom senior Ferry Latuhihin menyampaikan bahwa berdasarkan data World Bank, 64,2% penduduk Indonesia masuk kategori miskin dengan batas pengeluaran US$ 8,3 per hari menggunakan metode Purchasing Power Parity (PPP). Dengan standar ini, Indonesia berpotensi menjadi negara termiskin di kelas middle income country pada 2027. Perbedaan signifikan terlihat dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat hanya 8-9% penduduk miskin. World Bank menegaskan bahwa data BPS lebih akurat untuk menggambarkan kemiskinan domestik Indonesia. Ferry juga menyoroti bahwa 60% tenaga kerja Indonesia masih bekerja di sektor informal seperti ojek daring, pedagang kecil, dan warung makan, sementara hanya 40% di sektor formal. Kondisi ini menghambat penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan meningkatkan risiko kemiskinan menurut metode internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 07.25
Data Kemiskinan RI Beda Antara BPS dan World Bank, Ini Cara Memahaminya
Detik.com · 4 September 2026 pukul 20.55
Menko PM-Kepala BPS Puji Upaya Ahmad Luthfi Atasi Kemiskinan di Jateng
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 07.00
Mengapa Perhitungan Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda?
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.18
64,2% Penduduk Indonesia Masih Miskin versi Bank Dunia, BPS Sebut Perbedaan Standar
Berita terkait
Ekonom Ungkap Prediksi Mengerikan Ekonomi Indonesia pada 2027
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 20.00
Ekonom: 60% Rakyat RI Cari Nafkah Sendiri, Negara Gagal Ciptakan Lapangan Kerja
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.45
konom Ferry Latuhihin: RI Terancam Jadi Negara Termiskin Dunia 2027!
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.05
Guntur Romli Soroti Jauhnya Perhitungan Angka Kemiskinan: Bank Dunia 64%, BPS Cuma 8,07%, ini Maksudnya Mainan Desil?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 17.54