Purbaya Ungkap Nasib Kelas Menengah Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kondisi kelas menengah Indonesia yang tertekan karena tidak mendapat alokasi bantuan pemerintah. Pemerintah justru menitikberatkan subsidi pada kelas bawah, termasuk subsidi BBM sebesar Rp 500 triliun dan subsidi non-BBM hampir sama sebesar Rp 540 triliun untuk pendidikan. Akibatnya, pendapatan kelas menengah mengalami penurunan. Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di bawah 5% berisiko menyebabkan deindustrialisasi dan berkurangnya lapangan kerja formal. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% secara bertahap, dengan fase pertama mencapai 6%-6,5% yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja formal baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat menengah. Transformasi ekonomi melalui program hilirisasi dan dukungan industri menjadi bagian dari strategi pengembangan kelas menengah ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 3 September 2026 pukul 16.38
Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Turun, Siapkan Strategi Genjot Ekonomi
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.17
Purbaya Buka-bukaan Kondisi Kelas Menengah RI: Pendapatan Turun!
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.03
Purbaya: Kelas Menengah Bakal Berjaya 2 Tahun Lagi
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 17.48
DPR dan Pemerintah Sepakat 2027 Target Pertumbuhan Ekonomi 6%, Rupiah Rp17.500
Berita terkait
Pemerintah Targetkan Bisa Buka 3,49 Juta Lapangan Pekerjaan di 2027
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 17.45
Prabowo Pamer Investasi Capai Rp 1.010 T pada Semester I, Serap 1,4 Juta Pekerja
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.21
Kemenperin: 22 Subsektor Industri Masih Ekspansi
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.39
Survei Poltracking: Mayoritas Publik Nilai Pengangguran Belum Teratasi
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.04