Ekonom: DSI berpotensi beri dampak penguatan nilai tukar rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Danamon Hosianna Situmorang menilai Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah jika berhasil meningkatkan retensi devisa hasil ekspor (DHE). Presiden Prabowo Subianto menekankan DSI mengurangi kebocoran devisa melalui transparansi transaksi ekspor, termasuk penanganan under-invoicing dan transfer pricing. Sejak 1 Juni, DSI telah mengawasi ekspor batu bara, minyak kelapa sawit, dan ferro alloy senilai 14 miliar dolar AS. Pemerintah berencana memperluas pengawasan ke 50 pelabuhan di 25 provinsi. Hosianna menekankan transparansi lebih baik diperlukan, namun dampaknya tergantung retensi dan konversi tambahan. Kebijakan restrukturisasi BUMN juga menjadi fokus untuk mengurangi overhead dan meningkatkan dividen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.01
Rosan Tegaskan DSI Tidak Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.27
Prabowo: PT DSI Temukan Potensi Tambahan Devisa USD 5 Miliar dari 3 Komoditas
Berita terkait
Danantara Revisi Rencana Kerja, Sesuaikan dengan Program Prioritas
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.15
Tok! Logam Tanah Jarang sebagai Mineral Ikutan Bisa Diekspor
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.25
Pemerintah Imbau Pegawai Diberi Fleksibilitas Kerja Sehari Setelah HUT ke-81 RI
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 16.45
Soal WFH 18 Agustus, Wamendagri Bima Arya Sebut Tak Wajib dan Bukan Cuti Bersama
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 16.00