Pantau Potensi Underinvoicing, DSI Pakai 8 'Use Case Analytics'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) meluncurkan delapan use case analitik untuk mendeteksi dan memantau risiko underinvoicing, transfer pricing, dan repatriasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) pada komoditas ekspor strategis. Langkah ini mendukung pelaksanaan mandat DSI dalam pengawasan nilai ekspor agar sesuai dengan aturan pemerintah dan laporan survei resmi.
Kedelapan use case analitik meliputi rekonsiliasi kuantitas dan kualitas barang antara PEB, sertifikat surveyor, dan settlement tujuan; klasifikasi kode HS; perbandingan harga deklarasi dengan harga referensi pemerintah; rekonsiliasi volume dan nilai ekspor dengan negara tujuan; pemeriksaan pihak terafiliasi; pelacakan rute kapal dan pembayaran; hingga rekonsiliasi DHE antara Simodis dan nilai PEB.
Pada fase awal, tiga komoditas menjadi fokus utama: batu bara, kelapa sawit (CPO), dan ferroalloy. Penggunaan analitik ini diharapkan meningkatkan akurasi pelaporan ekspor dan mencegah penyimpangan nilai yang dapat merugikan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.55
Prabowo Beberkan Asal Mula Ide Pembentukan Ekspor Satu Pintu Lewat DSI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.40
Prabowo Bilang RI Kehilangan Rp15.000 T Gegara Praktik Kotor 34 Tahun
Berita terkait
Selisih Data Ekspor-Impor CPO Belum Cukup Buktikan Underinvoicing
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 07.47
Peluncuran Danantara Sumberdaya, Rosan Ungkap Nilai Ekspor 3 Komoditas Indonesia
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.45
DSI Siapkan 8 Analitik untuk Deteksi Under-Invoicing Ekspor
kumparan · 15 September 2026 pukul 18.50
Perbedaan Nilai Transaksi Belum Bisa Dijadikan Bukti Praktik Transfer Pricing -Underinvoicing
JawaPos · 15 September 2026 pukul 06.31