Ekonom HSBC Amati Pola Kemiripan Krisis Asia 1997 dalam Ledakan AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4194308/original/076474900_1665994777-TurisAsingkeJepang7.jpg)
Frederick Neumann, kepala ekonom HSBC, memprediksi kemiripan antara kondisi pasar keuangan 2026 dengan krisis Asia 1997. Kemiripan utama meliputi lonjakan imbal hasil obligasi AS (dari 0,5% Agustus 2020 menjadi 4,79% 2026) serta melemahnya yen Jepang (57% dari titik terendah 103 pada Januari 2021 hingga 163 pada Juli 2026). Optimisme sektor AI kini meniru pola teknologi internet pada 1990-an. Perbedaan utama: Asia kini menjadi eksportir modal, bukan importir seperti pada 1990-an, sehingga kerentanan beralih dari risiko finansial ke ketergantungan permintaan perangkat keras AI di AS. Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Singapura terpengaruh ekspor elektronik terkait AI.
Bagikan
Berita terkait
Utang AS Meledak Tembus Rekor Rp707.154 Triliun, Sinyal Bahaya Ekonomi Global Berbunyi
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 08.49
Kenali Fitur Baru WeatherNext 3, Model Cuaca AI Terbaru Google
JawaPos · 7 September 2026 pukul 14.15
Koster Dorong Kemajuan AI Berjalan Beriringan dengan Budaya Bali
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.00
Purbaya Pamer Kinerja: Gagalkan Penyelundupan Emas-Underinvoicing
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.45