Utang AS Meledak Tembus Rekor Rp707.154 Triliun, Sinyal Bahaya Ekonomi Global Berbunyi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi mencapai USD40 triliun atau setara Rp707.154 triliun (dengan kurs Rp17.700 per USD), dua kali lipat peningkatan dalam satu dekade. Laporan Departemen Keuangan AS menunjukkan laju pembengkakan utang melebihi proyeksi Congressional Budget Office (CBO), sekaligus mendekati batas maksimal utang (debt ceiling) sebesar USD41,1 triliun. Kombinasi belanja pemerintah yang agresif di bawih pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden, ditambah beban bunga utang yang terus naik, menjadi faktor utama. Lonjakan ini sekaligus mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang naik hingga 5,34%, level tertinggi dalam hampir 20 tahun terakhir. Tiga faktor saling terkait mendasari guncangan ini: perang AS-Iran dan ketegangan energi yang mendorong kembali kecemasan inflasi tinggi, serta investasi masuk teknologi AI yang mendorong Big Tech mengambil pinjaman besar untuk infrastruktur, memicu persaingan pasar modal yang ketat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 04.45
Bos BI Lihat Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3 Persen
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
Orang Kaya Borong Jet dan Yacht, Warga Kena PHK-Bayar Listrik Susah
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.00
3 Faktor Ini Jadi Pemicu Imbal Hasil Obligasi Global Meningkat
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
BI Proyeksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 3%, Tekanan Inflasi Masih Tinggi
Berita terkait
Prospek Ekonomi Global Lemah, Pertumbuhan Diproyeksi hanya 3 Persen
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.48
Diguncang Perang, BI Ramal Ekonomi Global Tumbuh 3% di 2026
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.59
BI: Prospek Ekonomi Global 2026 masih Lemah, Ketidakpastian Pasar Keuangan Tinggi
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.05
BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3%
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.57