Ekonom nilai BI tak perlu naikkan bunga untuk stabilkan rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Bank Indonesia (BI) tidak perlu menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Keputusan BI mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen tepat karena tekanan rupiah dapat ditangani dengan instrumen spesifik seperti swap. BI meningkatkan insentif pengurangan biaya hedging swap hingga 25 persen untuk tenor tertentu, mirip dengan kebijakan India. Pendekatan ini memisahkan harga uang dari harga risiko valuta asing, memungkinkan BI Rate hanya untuk inflasi dan stabilitas makro, sementara swap dan DNDF untuk risiko valuta asing. Efektivitas kebijakan akan dilihat dari arus modal asing, stabilitas rupiah, cadangan devisa, dan likuiditas domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.02
BI Catat Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Gejolak Global
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 22.00
BI Perkuat Jaga Rupiah di Tengah Ancaman Fed dan Ketegangan Timur Tengah
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.20
Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 14.26
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen
Berita terkait
Perdana Pimpin RDG, Destry Damayanti Umumkan Tingkat Suku Bunga Siang Ini
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.00
Cadangan Devisa RI Turun Tipis Jadi US$145,3 M per Akhir Juli 2026
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.13
BI Catat Modal Asing Masuk RI Tembus US$8,5 M di Kuartal II 2026
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.01
Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 13.54