Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan akan tetap aktif di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah amid ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, mengutamakan penguatan strategi operasi moneter pro-market dan peningkatan insentif swap serta domestic non-deliverable forward (DNDF) untuk mendukung likuiditas. Intervensi BI dilakukan melalui NDF pasar offshore, spot, dan DNDF domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Pelemahan rupiah dipengaruhi kebijakan moneter AS yang ketat, harga minyak Brent di atas $100 per barel, serta kebutuhan valas importir dan arus keluar portofolio di akhir Q3. Secara quarter to date, rupiah menguat 0,46 persen, sementara cadangan devisa mencapai $146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.30
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Berita terkait
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Nilai Tukar Rupiah Kian Menguat, Bos BI: Ke Depan Terus Stabil!
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.15
Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI Rate 5,75%
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.18
BI jaga stabilitas mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 09.13