Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom proyeksikan ekonomi RI tetap resilien di tengah dinamika global

Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen year on year (yoy) pada 2026, didukung oleh investasi, belanja pemerintah, dan kebijakan yang mendorong aktivitas domestik. Ia menekankan bahwa investasi asing langsung (FDI) terus tumbuh, khususnya di sektor hilirisasi, industri logam dasar, dan pengembangan pusat data, yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Namun, risiko eksternal seperti defisit transaksi berjalan yang meningkat akibat impor energi dan perlambatan ekonomi mitra dagang tetap perlu diwaspadai.

Volatilitas pasar keuangan global dan perubahan kebijakan moneter negara maju berpotensi mempengaruhi arus modal dan nilai tukar rupiah. Untuk menghadapi ketidakpastian ini, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pasar valuta asing domestik melalui berbagai kebijakan, termasuk pengembangan transaksi mata uang lokal, penyempurnaan ketentuan pasar valuta asing, dan implementasi VASTRA (Valuta Asing Transaksi Lindung Nilai) melalui Bank Mitra. Kebijakan ini bertujuan memperluas akses investor global, meningkatkan likuiditas, transparansi, dan stabilitas nilai tukar.

Asisten Direktur BI, Yansen Lokanata, menjelaskan bahwa pendalaman pasar valuta asing merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan yang disempurnakan BI bertujuan meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, dan menciptakan pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan di tengah dinamika global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait