Kalah dari Vietnam, Bos BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Lebih Stabil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339448/original/094977900_1788415789-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428804.jpg)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia (5,45% pada semester I-2026) masih di bawah Vietnam (8,18%), stabilitas ekonomi Indonesia relatif lebih baik. Indonesia mencatat inflasi yang lebih terkendali dibanding Vietnam yang mencapai 4,5-5%, serta defisit fiskal yang prudent pada 2,8% pada 2025 dan diperkirakan 2,85% pada 2026. Rasio utang juga dinilai masih manageable. Destry menekankan bahwa perbandingan tidak sepenuhnya adil karena karakter dan kompleksitas kedua negara yang berbeda. Ia menegaskan stabilitas ekonomi sebagai prioritas utama BI dalam periode 2026-2031, terutama di tengah gejolak dan ketidakpastian global. BI akan menerapkan prinsip 3I plus S (impactful, inklusif, integratif, sinergi) dalam setiap kebijakan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.01
Destry Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Jelek, Ini Buktinya!
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.44
Ekonomi RI Kalah Ngebut dari Vietnam, Tapi Destry Punya Kabar Baik
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 19.55
Usai Dilantik, Destry Damayanti Prioritaskan Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.24
Pimpin BI, Destry Damayanti Prioritaskan Stabilitas Moneter lewat Prinsip 3I+S
Berita terkait
Gubernur BI Destry Damayanti Optimalkan Kebijakan Pro-Stability dan Pro-Growth
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.30
Nakhodai BI 2026–2031, Destry Damayanti Ungkap Fokus Utama Bank Sentral
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 18.15
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9%-5,7%
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.50