Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,6%, tapi Ada Masalah Besar di Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

GREAT Institute memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,6% pada 2026. Namun, realisasi investasi semester I 2026 hanya mencapai 49,5% dari target. Meskipun nilai investasi naik tiga kali lipat dari Rp693 triliun (2017) ke Rp1.931 triliun (2025), pangsa Indonesia terhadap investasi ASEAN turun dari 13,2% menjadi 8,8%. Investasi Indonesia tidak mampu menyaingi negara ASEAN lainnya. Peneliti menekankan pentingnya kepastian kebijakan dan industrial policy. Banyak perubahan regulasi seperti PP DHE dan permen ATR menunjukkan ketidakkonsistenan. Pemerintah targetkan investasi 2027 mencapai Rp2,322 triliun-Rp2,469 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 5,8%-6,5%. Adhamaski menyatakan investor kini lebih memilih ekosistem yang stabil daripada hanya biaya rendah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.15
DPR Panggil Purbaya, Bos BI, OJK hingga Danantara, Ini Bahasannya!
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 09.28
IHSG Pekan Ini Berpeluang Reli Menuju 6.822 di Awal September 2026
Berita terkait
Konsumsi Masih Tumbuh, tapi Great Institute Ungkap Sinyal Daya Beli Mulai Melemah
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 22.10
IHSG Turun 0,12 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 11.431 Triliun
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 08.30
Bitcoin Naik 1,23% ke Rp1,41 Miliar, Reli Masih Berlanjut
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 12.55
RI Kejar Kue Ekonomi Digital US$600 Miliar dari Kesepakatan ASEAN
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.55