Konsumsi Masih Tumbuh, tapi Great Institute Ungkap Sinyal Daya Beli Mulai Melemah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumsi rumah tangga di Indonesia pada Q1 2026 masih tumbuh menjadi Rp1.887,7 triliun, tetapi menunjukkan tanda-tanda lemahnya daya beli. Penjualan ritel turun 3,9% tahunan pada Mei 2026 setelah lonjak musiman Ramadan-Idulfitri, sementara Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 127,0 (Januari) menjadi 117,8 (Juni 2026). Pelemahan ini tercermin pada penjualan rumah primer yang kontraksi 25,67% dan penurunan pertumbuhan KPR serta KPA. Konsumen mulai selektif, memilih menunda pengeluaran tidak mendesak dan meningkatkan precautionary saving. GREAT Institute tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,6% untuk 2026, namun menekankan keberlanjutan konsumsi tergantung pada pertumbuhan pendapatan riil, kepastian pekerjaan, dan pemulihan kepercayaan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
CEIC Sebut Sinyal Pelemahan Ekonomi Indonesia Menguat
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.21
Inflasi Bayangi Pertumbuhan EKonomi di Akhir 2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.09
Pusingnya Warga RI: Uang Sekolah-Sembako Mahal, Jadi "Malas" Beli Baju
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.15
BI: Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2026 berada pada level optimis
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 15.19