Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diprediksi Tumbuh di Bawah 5%, Ini Penyebabnya

LPEM FEB UI memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal II 2026 akan melambat ke 4,80% (yoy), dengan proyeksi akumulatif tahunan sebesar 5,00%. Perlambatan ini dipengaruhi oleh high base effect dari pertumbuhan 5,12% pada kuartal II 2025, serta kehilangan dorongan musiman pasca-Ramadan dan Idulfitri. Tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan pelemahan rupiah memperparah inflasi impor, sementara kebijakan kenaikan harga BBM juga menekan daya beli konsumen.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan signifikan dari 123,0 pada April hingga 117,8 pada Juni 2026, dengan rata-rata kuartal II sebesar 120,6, turun 4,4 poin dari kuartal sebelumnya. Inflasi juga mencatat kenaikan dari 2,42% pada April hingga 3,34% pada Juni, didorong terutama oleh fluktuasi harga pangan.

Di sektor keuangan negara, belanja pemerintah melambat drastis dari 31,4% pada kuartal I menjadi 7,04% pada kuartal II 2026, dengan total Rp841,0 triliun. Namun, penerimaan negara justru melampaui belanja hingga Rp884,5 triliun. Investasi kuartal II mencapai Rp511,8 triliun atau 25,1% dari target tahunan Rp2.041,3 triliun. Di pasar eksternal, neraca perdagangan berbalik defisit 1,6 miliar dolar AS pada Mei akibat lonjakan impor migas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait