Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diprediksi Tumbuh di Bawah 5%, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985849/original/021111300_1649154108-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-1.jpg)
LPEM FEB UI memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal II 2026 akan melambat ke 4,80% (yoy), dengan proyeksi akumulatif tahunan sebesar 5,00%. Perlambatan ini dipengaruhi oleh high base effect dari pertumbuhan 5,12% pada kuartal II 2025, serta kehilangan dorongan musiman pasca-Ramadan dan Idulfitri. Tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan pelemahan rupiah memperparah inflasi impor, sementara kebijakan kenaikan harga BBM juga menekan daya beli konsumen.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan signifikan dari 123,0 pada April hingga 117,8 pada Juni 2026, dengan rata-rata kuartal II sebesar 120,6, turun 4,4 poin dari kuartal sebelumnya. Inflasi juga mencatat kenaikan dari 2,42% pada April hingga 3,34% pada Juni, didorong terutama oleh fluktuasi harga pangan.
Di sektor keuangan negara, belanja pemerintah melambat drastis dari 31,4% pada kuartal I menjadi 7,04% pada kuartal II 2026, dengan total Rp841,0 triliun. Namun, penerimaan negara justru melampaui belanja hingga Rp884,5 triliun. Investasi kuartal II mencapai Rp511,8 triliun atau 25,1% dari target tahunan Rp2.041,3 triliun. Di pasar eksternal, neraca perdagangan berbalik defisit 1,6 miliar dolar AS pada Mei akibat lonjakan impor migas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 12.35
Wamenkeu: Ekonomi triwulan II-2026 tunjukkan gairah ekonomi tetap baik
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.16
Video:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Kuartal II-2026, Ini Pendorongnya
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.56
Video: Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh Positif Selama Kuartal II-2026
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.19
Wamenkeu Juda Sebut Ekonomi 5,29 Persen Cerminkan Gairah Masih Baik
Berita terkait
Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Kuartal II 2026, Begini Kata Ekonom
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 22.33
Ekonom Bilang Dolar Bisa Rp18.200, Waspada 3 Faktor Ini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.00
Ini Alasan Orang Kaya RI Mulai Rajin Nabung Dolar AS
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 12.40
Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Tekanan Minyak Mereda
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 07.47