Ekspor Baja RI Dapat Tekanan Dunia, Tarif 50% Dipasang di Mana-mana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekspor baja Indonesia menghadapi hambatan perdagangan besar berupa tarif bea masuk hingga 50% di Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris. Kebijakan proteksionis negara-negara maju ini diterapkan karena baja dianggap sebagai komoditas strategis yang krusial bagi infrastruktur sipil, industri militer, hingga teknologi ruang angkasa.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tarif tinggi tersebut membuat produk baja nasional sulit bersaing di pasar global. Sebagai respon, Indonesia perlu mengambil langkah proteksi serupa untuk mengamankan pasar domestik dan menjaga daya saing industri baja dalam negeri agar tetap kompetitif.
Bagikan
Berita terkait
Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 11.52
Baja Kendal Tembus Australia, Kemenperin Khawatir Ekspor Tak Berlanjut
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 19.30
Sarmuji Kumpulkan Pejabat Kemenperin: Belanja Masalah-Cari Solusi Industri
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 13.58
Siasat Inggris Hadang Ekspansi Mobil Listrik China: Siap Tiru Tarif 45 Persen Eropa
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 10.52