Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Ekspor Minyak dari Timur Tengah Lampaui Level Sebelum Perang AS-Iran

Ekspor minyak dari Timur Tengah (non-Iran) melampaui level sebelum perang AS-Iran pada pekan ke-2, mencapai rata-rata 18 juta barel per hari, menandai pertama kalinya pasca-serangan akhir Februari 2026. Konflik di Selat Hormuz mengganggu pasokan, namun industri berhasil menyesuaikan diri dalam tiga bulan. Jepang, yang sangat bergantung pada impor energi, terpaksa mempertimbangkan diversifikasi pasokan meski menambah biaya. CEO Taiyo Oil, Takahiro Yamamoto, menyatakan lebih baik mengandalkan Timur Tengah (lebih dari 90 persen) pada masa damai, dengan fleksibilitas cadangan alternatif saat krisis. Saat ini, ketergantungan Taiyo pada Timur Tengah turun dari 40 persen ke 15 persen karena peningkatan pasokan dari AS dan Argentina.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait