Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Siaga Kiamat Minyak, Perang Arab Makin Ngeri-Saudi Tutup Pipa 1.200 Km

Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak Timur-Barat sepanjang 1.200 km setelah diserang drone, yang menurut Riyadh dan Baghdad berasal dari Irak. Penutupan ini memicu kekhawatiran atas pasokan minyak global karena pipa tersebut mampu mengalirkan 4-5 juta barel per hari, setara 4-5% pasokan dunia. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan Houthi di Yaman yang memperketat pengawasan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.

Tekanan pasar energi semakin besar dengan harga minyak yang melonjak dalam sepekan terakhir. Harga diesel ritel di AS bahkan mencapai rekor US$6 per galon. Presiden AS Donald Trump menyatakan dugaan keterlibatan Iran dalam serangan tersebut, sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman meminta bantuan militer AS untuk menghadapi Houthi. Namun Washington untuk sementara hanya menawarkan dukungan intelijen tanpa intervensi militer langsung.

Di sisi lain, upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan terbatas. Pejabat Iran mengatakan pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman akan membahas masa depan Selat Hormuz, tetapi tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan. Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pasokan minyak mentah Arab Saudi turun ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade, memunculkan ancaman krisis pasokan yang lebih luas bagi pasar energi dunia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait