Elektabilitas Baru 4 Persen tapi Ngotot Minta Ambang Batas 7 Persen, Partai Ini Siap 'Bunuh Diri'?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai NasDem, yang dipimpin Surya Paloh, mengusulkan kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 7 persen dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Usulan ini bertujuan untuk menyederhanakan jumlah partai politik di parlemen agar proses pengambilan keputusan dan pemerintahan lebih efektif. Paloh berargumen bahwa sistem kepartaian yang terlalu banyak dapat mengganggu optimalisasi demokrasi dan pemerintahan di Indonesia.
Meski elektabilitas NasDem saat ini berada di kisaran 4 persen, di bawah ambang batas 7 persen yang diusulkan, Paloh tetap menegaskan komitmen partainya untuk mendorong kenaikan ambang batas tersebut. Ia menyatakan bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di atas kepentingan partai, sehingga NasDem siap menerima konsekuensi politik jika usulan tersebut diterapkan.
Paloh menegaskan bahwa usulan ini merupakan sikap resmi NasDem dalam pembahasan revisi UU Pemilu. Namun, ia juga menyatakan bahwa partainya akan menghormati keputusan yang diambil oleh mayoritas kekuatan politik di parlemen, meskipun usulan tersebut belum tentu disetujui oleh semua partai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 September 2026 pukul 22.59
Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas 7%: Ikhlas Jika NasDem Tak Lolos
CNN Indonesia · 20 September 2026 pukul 17.25
Surya Paloh Usul Ambang Batas 7 Persen: NasDem Rela Tak Lolos Parlemen
Detik.com · 20 September 2026 pukul 14.22
Dinamika Ambang Batas Parlemen 5-7%, PD Usulkan Ada 'Dapil Nasional'
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 23.20
Surya Paloh Minta RUU Pemilu Diselesaikan Tahun Ini
Berita terkait
UU Pemilu dalam Bidikan NasDem, Surya Paloh: Harus Diprioritaskan dibanding Undang-undang Lain
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 03.00
NasDem: Sebaiknya Ambang Batas Parlemen Naik Setiap Pemilu, Kami Konsisten 7%
Detik.com · 19 September 2026 pukul 05.29
Surya Paloh Bikin Kejutan: NasDem Siap Tersingkir dari Parlemen Demi Demokrasi
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 07.10
PDIP Soal Pernyataan Ketum NasDem: Terlalu Pagi untuk Direspons
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 05.00