PSI soal PT 7%: NasDem Gak Lolos, Tak Banyak yang Sedih, tapi Suara Terbuang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, mengkritik usulan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang mendorong kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 7 persen. Surya Paloh berargumen bahwa langkah ini diperlukan untuk menyederhanakan jumlah partai politik agar proses demokrasi lebih efektif, bahkan menyatakan NasDem siap menanggung risiko jika tidak lolos ke parlemen demi kepentingan nasional.
Namun, PSI menilai kenaikan PT berpotensi menghilangkan representasi jutaan suara rakyat yang tidak terkonversi menjadi kursi di DPR. Bestari menekankan bahwa fokus RUU Pemilu seharusnya bukan sekadar penyederhanaan partai, melainkan menjaga amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) agar tidak ada suara masyarakat yang terbuang. PSI menegaskan bahwa persoalannya bukan pada angka ambang batas, melainkan tanggung jawab partai terhadap hak representasi pemilih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 04.00
PSI Hanya Bisa Pasrah Soal Perombakan Aturan Pemilu: Kami Tak Ada di DPR
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 03.00
PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.15
Dibilang Enggak Beradab sama Raja Juli Antoni, Denny Indayana Menimpali: Saya Bingung di Kepala Beliau
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.04
Raja Juli Antoni Bicara tentang Adab ke Denny Indrayana cs
Berita terkait
PSI Balas Pernyataan Ketum NasDem: Mohon Lebih Arif dan Bijaklah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 13.05
Kader PSI: Idealnya PT Itu 0%, Kalau Tidak Suara Rakyat akan Hilang Ditelan Tuyul
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.50
Golkar Tak Setuju Usulan NasDem Parliamentary Threshold 7%: Tetap Dorong 5%
kumparan · 21 September 2026 pukul 10.38
Muncul Wacana Capres Minimal Didukung 2 Fraksi, PDIP Tak Masalah
Detik.com · 20 September 2026 pukul 15.26