Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Elon Musk Ditarik Lagi Trump, Kali Ini Bantu Pentagon Cari Senjata Masa Depan

Pentagon menunjuk Elon Musk sebagai salah satu pemimpin Project Meridian, inisiatif 120-hari untuk memetakan perubahan karakter perang dan mengidentifikasi teknologi yang perlu dikuasai militer AS. Musk akan bekerja sama dengan Palmer Luckey (Anduril) dan Newt Gingrich dalam menentukan domain serta kemampuan teknologi pertahanan masa depan, dengan cakupan dari lingkungan bawah tanah hingga Bulan. Proyek ini bertujuan membantu Pentagon mengembangkan strategi penggunaan kecerintan buatan, robotika, dan sistem otonom dalam operasi militer.

Sebagai bagian dari upaya percepatan teknologi otonom, Pentagon juga mengumumkan pembentukan Autonomous Warfare Command, komando bintang empat yang akan fokus pada pengembangan dan penggunaan sistem robotik dalam perang. Emil Michael, kepala teknologi pertahanan Pentagon, akan mengawasi pelaksanaan Project Meridian dengan dukungan tim yang terdiri dari perwakilan pemerintah, industri, akademisi, dan pembuat kebijaman.

Penunjukan Musk menimbulkan sorotan karena SpaceX dan Tesla telah memiliki kontrak besar dengan Departemen Pertahanan AS. Pada Mei 2026, Space Force memberikan kontrak senilai US$4,16 miliar kepada SpaceX untuk satelit pelacak ancaman udara, dan kontrak lain senilai US$2,29 miliar untuk jaringan komunikasi militer. Anduril juga mendapatkan kontrak senilai US$642 juta dari Korps Marinir AS pada 2025 untuk sistem penangkal drone.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait