Emas Cetak Kenaikan Terbaik 7 Bulan, Investor Mulai Borong Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga emas melonjak sekitar 7% dalam seminggu, kenaikan mingguan terbaik sejak Januari 2026. Penggerak utamanya adalah pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil Treasury, dan data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed yang agresif. Biaya peluang memegang emas turun seiring yield obligasi merosot, membuat logam mulia ini lebih menarik sebagai safe haven.
Momentum didukung pula oleh permintaan fisik yang kuat. Bank Sentral China (PBOC) membeli emas selama 21 bulan berturut-turut, menambah 20 ton pada Juli 2026, serta memperluas fasilitas penyimpanan di Hong Kong sebagai bagian dari pergeseran cadangan emas ke Asia. Logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium juga naik. Analis Michael Khouw melihat potensi lanjutan karena saham tambang Newmont menembus rata-rata 150 hari, mengisyaratkan ETF emas (GDX, GLD) mungkin mengikuti. Di pasar opsi, volatilitas call option di luar harga pasar lebih tinggi, membuat strategi call spread GLD (US$400/US$460 November) menarik dengan potensi imbal hasil hampir 3x.
Meskipun dukungan fundamental kuat dari dolar lemah, yield turun, kebijakan Fed longgar, dan pembelian bank sentral, arah harga emas ke depan tetap bergantung pada data ekonomi AS dan keputusan moneter Fed selanjutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.29
Harga Emas Pegadaian 12 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kompak Turun
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.47
Harga Emas Hari Ini Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS
Berita terkait
Simak Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Agustus 2026
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 14.31
Cek Rincian Harga Emas Perhiasan 24 Agustus 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 14.15
Harga Emas Hari Ini Menguat di Tengah Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 06.44
Harga Emas Dunia Turun Lagi, Konflik Selat Hormuz Bikin Pasar Waspadai Inflasi
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.37