Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

ESDM Buka Rincian PLTS 100 GWp, 54,7 GWp Masuk RUPTL PLN

Kementerian ESDM mengungkapkan pembagian target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp). Sebanyak 54,7 GWp akan dimasukkan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN periode 2025–2034. Sementara itu, 15,3 GWp ditujukan untuk PLTS rooftop dan non-rooftop, dan 30 GWp disiapkan untuk menciptakan permintaan listrik baru melalui hilirisasi industri, ekosistem kendaraan listrik (EV), penggunaan kompor induksi, green industrial park, dan kawasan ekonomi khusus. RUPTL merupakan dokumen strategis PLN yang mencakup rencana pengadaan, transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik selama 10 tahun ke depan.

Staff Ahli Menteri ESDM, Jisman P. Hutajulu, menyampaikan hal ini dalam acara Sarasehan 100 Ekonom yang digelar oleh INDEF pada Kamis, 3 September 2026. Ia menjelaskan bahwa porsi terbesar program PLTS 100 GWp yakni 54,7 GWp, akan diarahkan ke pengembangan sistem kelistrikan PLN. Namun, belum diketahui apakah seluruh kapasitas tersebut sudah termasuk dalam RUPTL 2025…2034 atau akan ditambahkan melalui penyesuaian di masa mendatang.

Program ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM). Jisman menyampaikan bahwa penggunaan BBM untuk sektor listrik mencapai sekitar 4 juta hingga 6 juta kiloliter per tahun, sehingga pengembangan PLTS diharapkan dapat mengganti kebutuhan energi tersebut secara bertahap.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait