ESDM Buka Rincian PLTS 100 GWp, 54,7 GWp Masuk RUPTL PLN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM mengungkapkan pembagian target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp). Sebanyak 54,7 GWp akan dimasukkan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN periode 2025–2034. Sementara itu, 15,3 GWp ditujukan untuk PLTS rooftop dan non-rooftop, dan 30 GWp disiapkan untuk menciptakan permintaan listrik baru melalui hilirisasi industri, ekosistem kendaraan listrik (EV), penggunaan kompor induksi, green industrial park, dan kawasan ekonomi khusus. RUPTL merupakan dokumen strategis PLN yang mencakup rencana pengadaan, transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik selama 10 tahun ke depan.
Staff Ahli Menteri ESDM, Jisman P. Hutajulu, menyampaikan hal ini dalam acara Sarasehan 100 Ekonom yang digelar oleh INDEF pada Kamis, 3 September 2026. Ia menjelaskan bahwa porsi terbesar program PLTS 100 GWp yakni 54,7 GWp, akan diarahkan ke pengembangan sistem kelistrikan PLN. Namun, belum diketahui apakah seluruh kapasitas tersebut sudah termasuk dalam RUPTL 2025…2034 atau akan ditambahkan melalui penyesuaian di masa mendatang.
Program ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM). Jisman menyampaikan bahwa penggunaan BBM untuk sektor listrik mencapai sekitar 4 juta hingga 6 juta kiloliter per tahun, sehingga pengembangan PLTS diharapkan dapat mengganti kebutuhan energi tersebut secara bertahap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.01
Pertamina NRE Dukung Program PLTS 100 GWp, Siapkan Lahan hingga Pabrik
Berita terkait
Prabowo: PLTS Terapung Saguling Masuk Program 100 GWp, Progres Capai 47 Persen
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.40
PLN Siap Wujudkan Target 100 GWp PLTS di Indonesia
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 19.12
Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.41