Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan pemerintah akan membuka tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 gigawatt (GW). Tender tahap pertama sebesar 30 GW akan dimulai pada tahun 2025 ini, setelah didiskusikan bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi nasional menuju energi baru terbarukan (EBT).
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah menargetkan 70-75 persen kapasitas listrik berasal dari EBT, didukung pengembangan sistem penyimpanan energi seperti baterai dan pumped storage. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah membangun PLTS hingga 100 GW serta menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada 2026.
Pembangunan PLTS skala besar ini diproyeksikan menghemat biaya produksi listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun, menurut Kementerian Koordinator Perekonomian. Proyek ini juga bertujuan memperkuat kemandirian energi di wilayah terpencil dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM untuk pembangkit listrik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.44
Bahlil Izinkan PLN Bangun PLTP di Gunung Ungaran
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.32
Prabowo Gaspol Energi Surya, 30 GW PLTS Mulai Dibangun Tahun Ini
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 12.33
Indosolar 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Energi Surya Indonesia
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.45
Dukung PLTS 100 GW, BRIN Perkuat Ekosistem Riset Sel Surya
Berita terkait
Bangun PLTS 100 GW dalam 4 Tahun, Prabowo: PLN Harus Tinggalkan Pembangkit Listrik dari Diesel
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 18.15
Bahlil: Peresmian Tahap I PLTS 100 GW Akan Digelar di Bali
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.00
Video: Prabowo Bangun PLTS 100 GW, Bisnis PLTS Atap Kecipratan Cuan?
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 13.13
Kedaulatan Energi Fondasi Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.33