ESDM Sebut Bioenergi Jadi Raja EBT RI, Kontribusinya Capai 4,19 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa bioenergi merupakan sumber energi baru terbarukan (EBT) dengan kontribusi terbesar dalam bauran energi Indonesia. Total bauran EBT nasional mencapai 17,3 persen, dengan bioenergi menyumbang 4,19 persen pada semester I 2026. Pada sektor listrik, Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) bio menjadi kontributor terbesar sebesar 4,19 persen. Di sektor nonlistrik, FAME (biodiesel) menyumbang 5,01 persen, diikuhi biomassa sebesar 2,82 persen. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiyani Dewi, menegaskan bahwa bioenergi memiliki porsi terbesar dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya di Indonesia.
Pemerintah mendorong penerapan biodiesel B50, yang mencampurkan FAME sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar diesel. Program ini berhasil menghentikan impor solar CN48 dan memperkuat kemandirian energi. Indonesia disebut menjadi negara pertama yang menerapkan campuran FAME 50 persen secara luas. Dengan kebijakan ini, Indonesia unggul dibandingkan negara lain seperti Malaysia yang baru menggunakan B20, dan Eropa yang rata-rata hanya menggunakan 7 persen FAME. Kebijakan ini tidak hanya mendukung kemandirian energi, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pionir dan referensi global dalam penggunaan energi terbarukan berbasis biomasa.
Bagikan
Berita terkait
ESDM Sebut Kapasitas Terpasang EBT RI Terus Meningkat
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.28
B50 Jadi Senjata Kurangi Impor Solar, Pertamina Siapkan Infrastruktur Blending hingga Distribusi
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.23
APROBI Edukasi 5.000 Pramuka soal Biodiesel B50 di Jamnas XII 2026
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 15.50
BPH Migas Sebut Distribusi B50 Berjalan Lancar dan Tak Rusak Mesin
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 10.39