ESDM Siapkan Pembangkit Listrik dari Sampah 4.502 MW Masuk RUPTL PLN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia mengumumkan persiapan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan total kapasitas mencapai 4.502,7 megawatt (MW). Rencana ini termuat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk memperluas pasokan energi nasional.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang bertujuan mempercepat pengolahan sampah menjadi energi. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah telah menyederhanakan perizinan, memasukkan rencana PLTSa ke dalam RUPTL PLN, dan memberikan fleksibilitas kapasitas pengembangan di luar kuota yang ditetapkan.
Percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi diperlukan karena Indonesia masih menghadapi masalah serius dalam pengelolaan sampah. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 timbunan sampah nasional mencapai 56,6 juta ton, dengan sekitar 63,3 persen telah dikelola melalui tempat pemrosesan akhir (TPA), bank sampah, atau fasilitas pengolahan sampah terpadu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Berita terkait
Bukan Cuma Lele di Selokan, RT Ini Punya Inovasi Lain yang Go International
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
Kemendagri Dorong Sampah Diolah Jadi Energi, Integrasikan ASRI dan PSEL
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 01.20
Danantara Bakal Bangun PSEL Rp3 T, Tuntaskan Polemik Sampah DIY
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 04.45
75 Persen Sampah Berakhir di TPA, Guru Besar UGM Tawarkan Konsep Transformasi Energi
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.15