Jakarta · Senin, 21 September 2026Cari
WargaKonoha

Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari

Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027. Fasilitas yang saat ini dalam tahap konstruksi ini akan menggunakan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebagai bahan baku utama. Dengan kapasitas input 1.250 ton sampah per hari, pabrik diperkirakan dapat menghasilkan 650 ton RDF setiap harinya. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan menjadi offtaker atau pembeli tetap dari hasil produksi RDF ini. Investor di balik proyek ini adalah Asiana Technologies, yang telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta Indocement sebagai mitra offtaker. Founder Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, menyatakan bahwa pengembangan fasilitas RDF ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan. Model bisnis yang diterapkan adalah Waste to Fuel dengan skema bisnis to business tanpa memerlukan subsidi dari pemerintah. Asiana Technologies juga berencana membangun fasilitas serupa di beberapa TPA lainnya untuk memasok RDF ke industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di berbagai wilayah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait