Fenomena Mal Dipagari Tinggi, Pengusaha Ungkap Alasan Sebenarnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312446/original/077806600_1785493024-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_17.11.01.jpeg)
Sejumlah mal besar di Jakarta dan Surabaya dilaporkan memasang pagar setinggi 2,5 hingga 3 meter. Beberapa di antaranya adalah Mal Kota Kasablanka, Gandaria City, Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, dan Tunjungan Plaza. Pemasangan pagar ini sempat menarik perhatian publik.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan pemasangan pagar bukan kebijakan baru atau instruksi dari asosiasi. Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menjelaskan bahwa banyak mal sebenarnya sudah memiliki pagar sejak awal pembangunan. Mal yang baru memasang pagar belakangan melakukannya untuk menjaga ketertiban, terutama karena lokasi mereka yang berdekatan dengan jalur demonstrasi sehingga memerlukan batas perimeter yang jelas.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga angkat bicara dan menyatakan tidak ada masalah terkait pemasangan pagar tersebut. Ia telah berkoordinasi dengan APPBI, HIPPIndo, dan Apindo dan memastikan situasi tetap kondusif. APPBI menegaskan kembali bahwa pemasangan pagar diserahkan sepenuhnya kepada keputusan masing-masing pengelola mal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.09
Bos Lippo Ogah Pasang Pagar Tinggi-tinggi di Mal
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 15.04
Mendadak Viral Mal Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 14.35
Banyak Mal Kini Pasang Pagar Tinggi, Mendag Buka Suara
Berita terkait
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
Harga Daging Ayam Broiler Naik di Kota Sukabumi
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.30
Iran dan Oman capai kesepakatan soal Selat Hormuz
ANTARA News · 16 Agustus 2026 pukul 09.18
OJK Tunggu Perpres untuk Tentukan Komoditas yang Diperdagangkan di BMKS
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 14.27