Bamsoet Tegaskan RI Harus Jadi Kekuatan Penyeimbang Persaingan Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bambang Soesatyo menegaskan Indonesia harus mempertahankan politik luar negeri bebas aktif di tengah persaingan AS-China dan penguatan BRICS. Dengan posisi geografis di antara Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia dapat menjadikan kekuatan diplomasi dan ekonomi. Data 2025 menunjukkan ekspor Indonesia ke China US67,04 miliar dengan import US87,54 miliar (defisit US$20,50 miliar), sementara perdagangan dengan AS mencapai US$50,7 miliar. Indonesia memiliki surplus perdagangan tahun 2025 sebesar US$41,05 miliar (ekspor US$282,91 miliar, import US$241,86 miliar). Bamsoet menekankan setiap kerja sama investasi harus menghasilkan nilai tambah dalam negeri, membuka lapangan kerja, dan mendorong transfer teknologi. Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS sejak Januari 2025 harus dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan, pembiayaan pembangunan, dan kerja sama pangan serta energi, sambil tetap memperkuat hubungan dengan mitra lain seperti AS, Jepang, Korea Selatan, Australia, Uni Eropa, dan Timur Tengah. Indonesia harus memiliki banyak pintu kerja sama dengan kunci tetap di tangan Indonesia, menerapkan otonomi strategis dalam politik luar negeri. Ketahanan ekonomi dan pertahanan yang kuat menjadi fondasi bebas aktif, termasuk penguatan industri pertahanan melalui riset, teknologi, dan kerja silateral internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 09.24
Awal Perdagangan, Rupiah Balik Arah Menguat ke Level Rp17.925 per USD
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.03
Awal Sesi I, IHSG Menguat 0,39%
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.03
Impor RI Naik 19% Capai US$23,03 M di Agustus, Ini Pendorongnya!
Berita terkait
AS-China Sepakat Turunkan Tarif Barang Rp 1.080 Triliun, Ini Daftarnya
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 13.35
Prabowo di KTT BRICS: Perdagangan dan Mata Uang Jangan Jadi Senjata!
Detik.com · 13 September 2026 pukul 10.30
Terlihat Mesra, tapi Kesepakatan Dagang Trump dan Xi Jinping Dinilai 'Tak Terlalu Penting'
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.57
Indonesia-China Sepakat Percepat Persiapan Perundingan CEPA
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 20.47