FMCH dan Masa Depan Industri Kesehatan Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri kesehatan Indonesia akan berkembang dengan pendekatan Fast-Moving Consumer Healthcare (FMCH) yang menyasar masyarakat secara proaktif. FMCH menggabungkan kemudahan akses produk dengan standar mutu, fokus pada gaya hidup sehat, preventif, hingga kuratif. Total belanja kesehatan Indonesia pada 2024 mencapai 2,9% PDB (Rp639,9 triliun), diproyeksikan menjadi US$70 juta (Rp1,25 triliun) pada 2030. Combiphar, dengan lebih dari 80 merek dan 200 SKU, mengembangkan FMCH melalui portofolio nutrisi, herbal, wellness, serta edukasi kesehatan. Pendekatan Creating Shared Value (CSV) menjadi fondasi untuk menciptakan dampak sosial positif sekaligus pertumbuhan bisnis. FMCH tidak mengorbankan kualitas, melainkan mempercepat akses solusi kesehatan yang aman dan relevan.
Bagikan
Berita terkait
Sosialisasi Perda Penyimpangan Seksual, Karina Dorong Penguatan Edukasi bagi Anak
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 22.00
Polda Jatim Tak Main-Main, Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan Bakal Diproses Hukum
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 15.33
BPOM Minta Tambahan Anggaran 2027 Rp 2,4 T: Rp 509 M untuk Pengawasan MBG
kumparan · 2 September 2026 pukul 14.59
BNN Minta Tambahan Anggaran Rp 5,05 T untuk Perkuat Pemberantasan Narkoba
kumparan · 1 September 2026 pukul 21.36