Freeport Kembangkan Energi Bersih, Tembaga RI Jadi Fondasi Hilirisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyatakan ketersediaan katoda tembaga di dalam negeri menjadi fondasi penting untuk mempercepat hilirisasi industri di Indonesia. Saat ini kebutuhan katoda tembaga nasional sekitar 200 ribu ton per tahun, sementara Freeport diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 700 juta pound tembaga pada tahun ini, sehingga pasokan domestik dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri.
Beberapa perusahaan mulai membangun fasilitas produksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik agar berdekatan dengan smelter Freeport dan memperoleh akses bahan baku tembaga secara langsung. Freeport bersama Kadin dan pemerintah juga terus mempromosikan potensi Indonesia kepada investor asing untuk membangun industri hilir berbasis tembaga, termasuk untuk sektor kendaraan listrik dan baterai yang permintaannya terus meningkat.
Tony menegaskan tujuan utama pembangunan smelter bukan semata-mata meningkatkan pendapatan perusahaan, melainkan menyediakan bahan baku yang siap digunakan industri lanjutan di dalam negeri. Tembaga merupakan logam dasar yang sangat dibutuhkan berbagai industri, terutama sektor energi terbarukan yang permintaannya terus meningkat global.
Bagikan
Berita terkait
Video: Freeport Bakal Gali Tambang Kucing Liar, Investasi Rp72 Triliun
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.27
Freeport Setor Rp 75 Triliun ke RI Sepanjang 2025
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.00
Bos Freeport Buka-bukaan Progres Pengembangan Tambang Bawah Tanah Baru
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.20
Freeport Target Produksi Tambang Bawah Tanah 100% Pulih di Akhir 2027
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.00