Bos Freeport Buka-bukaan Progres Pengembangan Tambang Bawah Tanah Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia sedang mengembangkan tambang bawah tanah baru bernama Kucing Liar di kawasan mineral Grasberg, Tembagapura, Papua Tengah. Proyek ini diharapkan menjadi sumber utama produksi tembaga dan emas perusahaan dalam dekade mendatang. Saat ini, tambang tersebut sudah dalam tahap pengembangan sejak tahun 2022.
Investasi yang telah digelontorkan untuk pengembangan Kucing Liar mencapai sekitar US$ 1,4 miliar atau Rp 25 triliun. Presiden Direktur Tony Wenas menargetkan tambang mulai beroperasi pada tahun 2029, dengan peningkatan produksi bertahap mulai tahun 2030 hingga mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari. Perusahaan memperkirakan kebutuhan investasi tambahan sekitar US$ 4 miliar hingga tahun 2033.
Ketika beroperasi penuh, tambang Kucing Liar diperkirakan mampu memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas per tahun. Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Freeport untuk menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.45
Harga Emas 24 Karat Antam hingga Pegadaian Kompak Turun 12 Agustus 2026
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 09.30
Harga Emas Antam Ambruk!
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 12.32
Airlangga sebut ETF Emas perkuat posisi Indonesia di investasi global
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.49
Harga Emas Hari Ini Lompat!
Berita terkait
Jangan Kaget! RI Punya Cadangan Emas Raksasa Melebihi Freeport
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.00
Freeport Punya Proyek Tambang Bawah Tanah Baru, Beroperasi di 2029
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.40
Freeport Bakal Mulai Produksikan Tambang Bawah Tanah Baru di 2029
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.30
Freeport Target Produksi Tambang Bawah Tanah 100% Pulih di Akhir 2027
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.00