FUTR Ekspansi ke Bisnis Air Minum, Incar Pendapatan Berulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) akan memperluas bisnisnya ke sektor infrastruktur air minum sebagai pelengkap portofolio energi terbarukan. Langkah ini bertujuan membangun pendapatan berulang dan arus kas yang lebih stabil, karena karakteristik sektor energi dan air minum yang serupa: keduanya merupakan layanan dasar, membutuhkan aset jangka panjang, dan berpotensi menghasilkan pendapatan melalui kontrak jangka panjang. Direktur Utama Anggara Suryawan menyatakan bahwa kombinasi kedua sektor dapat menyeimbangkan portofolio, karena proyek energi terbarukan skala besar biasanya membutuhkan waktu pengembangan lama, sementara proyek air minum yang sudah beroperasi dapat menghasilkan pendapatan lebih cepat.
Ekspansi ini didorong oleh besarnya kebutuhan investasi nasional sektor air minum yang mencapai Rp183,7 triliun pada 2026–2030, dengan porsi APBN hanya 14,2% dan sisanya berasal dari BUMN, BUMD, KPBU, dan alternatif pembiayaan lain. Pemerintah juga menargetkan akses air minum melalui jaringan perpipaan mencapai 40,20% pada 2029, naik dari 30,15% pada 2025, sekaligus menargetkan seluruh rumah tangga perkotaan memiliki akses air siap minum pada 2045. Kebijakan ini menciptakan peluang bagi sektor swasta, termasuk FUTR, untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur air minum.
Namun, rencana perluasan usaha ini mas masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPS. Setelah persetujuan diperoleh, FUTR akan menyesuaikan perizinan dan menyampaikan informasi material kepada publik melalui OJK dan BEI sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 13.55
Barito Pacific Perluas Bisnis Regional, 90% Investasi Tetap di Indonesia
Berita terkait
Skema Pembiayaan LRT Haga-Utsunomiya yang Unik, Bikin Tarif Lebih Murah dari Bus
kumparan · 19 September 2026 pukul 15.30
Bakom Beberkan Dua Skema Pemenuhan Listrik di 10.068 Dusun Pelosok
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 06.00
Pemerintah Siapkan Rp 61,65 T untuk Bangun Akses Listrik di 10.068 Lokasi
kumparan · 16 September 2026 pukul 20.45
Mau Punya PLTS 100 GW, Indonesia Butuh Peta Jalan yang Sesuai
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.19