Gandeng ADB, Bank SMBC Perluas Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank SMBC Indonesia Tbk menandatangani kerja sama strategis dengan Asian Development Bank (ADB) untuk memperluas pembiayaan perdagangan dan rantai pasok. Dalam kerja sama ini, ADB bertindak sebagai mitra partisipasi risiko yang mendukung portofolio pembiayaan Bank SMBC melalui skema unfunded risk participation. Kerja sama ini dilakukan secara pruden untuk memperkuat mekanisme kontingensi kredit dan menjaga kualitas kredit tetap sehat, sekaligus mendukung prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Bank SMBC menekankan komitmennya untuk menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah dalam ekosistem yang lebih luas.
Dengan kerja sama ini, Bank SMBC diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku industri di berbagai segmen, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok dianggap sebagai solusi strategis untuk menjaga pertumbuhan, didukung dengan peningkatan kapabilitas sistem dan produk dari segmen korporasi hingga mikro.
Per akhir Juni 2026, Bank SMBC mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi di segmen korporasi dan komersial sebesar 12,8 persen secara tahunan, mencapai Rp 116,5 triliun. Pertumbuhan positif juga tercatat pada segmen lain seperti Jenius (9,9 persen/Rp 3,69 triliun), BTPN Syariah (8,7 persen/Rp 11,03 triliun), dan pembiayaan melalui anak usaha OTO & SOF (5,8 persen/Rp 31,89 triliun).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.42
Bank SMBC Gandeng ADB Perkuat Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasok
Berita terkait
Gandeng ADB, Bank SMBC Indonesia Perkuat Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasok
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 09.40
400 Kapal Masih Terjebak di Teluk Akibat Perang Timur Tengah
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 18.02
Bank SMBC Indonesia Tebar Diskon Tiket Konser Andrea Bocelli hingga 20% di General Sale
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 16.30
BI Beberkan Alasan Kredit Tumbuh Lebih Kencang dari DPK
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 09.40