Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Garap RUPTL 2025–2034, PLN Hadapi Tantangan 25.000 Perizinan

PT PLN (Persero) menyatakan bahwa pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 membutuhkan investasi hingga Rp3.000 triliun serta menghadapi berbagai tantangan, termasuk proses perizinan yang mencapai hampir 25.000 izin. Direktur Teknologi, Teknik, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa skala pembangunan infrastruktur kelistrikan yang besar membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk dukungan riset dari BRIN untuk studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan (Amdal).

Selain perizinan, PLN juga menghadapi tantangan terkait masalah sosial, kebutuhan lahan, rantai pasok, dan kesiapan sumber daya manusia. Kebutuhan lahan yang besar dan volume pembangunan tinggi menjadi faktor kritis yang harus ditangani secara bersamaan. Investasi sebesar Rp3.000 triliun juga menimbulkan kekhawatiran terkait tingkat kembali investasi (IRR) yang tidak merata, dengan sebagian proyek memiliki IRR rendah dan lainnya bersifat komersial.

PLN menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan keberhasilan program kelistrikan ini. Menurut Edwin, peran PLN di masa depan tidak hanya terbatas pada penyediaan listrik, tetapi juga harus memastikan pembangunan sektor ketenagalistrian tetap memperhatikan aspek lingkungan agar berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait