Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PLN Ungkap Proyek Pembangkit Hidro 11,7 GW Perlu Investasi Rp627 T

PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 membutuhkan investasi sekitar US$35 miliar atau setara Rp627,58 triliun dengan asumsi kurs Rp17.931 per dolar AS. Total kapasitas proyek hidro yang direncanakan mencapai 11.689,99 megawatt (MW) atau sekitar 11,7 gigawatt (GW), yang akan dikembangkan melalui 315 proyek oleh pihak swasta (independent power producer/IPP), PLN, dan subholding PLN.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyatakan bahwa hingga kini hanya sekitar 0,6 GW dari total target 11,7 GW yang sudah mencapai Commercial Operation Date (COD). Sebanyak 2,4 GW proyek sedang dalam tahap konstruksi, 7,6 GW dalam proses pengadaan, dan 5,3 GW masih berada pada tahapan studi kelayakan.

Suroso menekankan bahwa pembangunan PLTA membutuhkan waktu panjang, mulai dari studi kelayakan, proses pengadaan, konstruksi, hingga operasional. Ia juga menyampaikan pentingnya membangun ekosistem investasi yang lebih menarik dan berkelanjutan, didukung oleh kontrak yang stabil dan adil, serta pembagian risiko dan keuntungan yang seimbang antara pengembang dan PLN agar tidak merugikan pihak manapun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait