PLN Ungkap Proyek Pembangkit Hidro 11,7 GW Perlu Investasi Rp627 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 membutuhkan investasi sekitar US$35 miliar atau setara Rp627,58 triliun dengan asumsi kurs Rp17.931 per dolar AS. Total kapasitas proyek hidro yang direncanakan mencapai 11.689,99 megawatt (MW) atau sekitar 11,7 gigawatt (GW), yang akan dikembangkan melalui 315 proyek oleh pihak swasta (independent power producer/IPP), PLN, dan subholding PLN.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyatakan bahwa hingga kini hanya sekitar 0,6 GW dari total target 11,7 GW yang sudah mencapai Commercial Operation Date (COD). Sebanyak 2,4 GW proyek sedang dalam tahap konstruksi, 7,6 GW dalam proses pengadaan, dan 5,3 GW masih berada pada tahapan studi kelayakan.
Suroso menekankan bahwa pembangunan PLTA membutuhkan waktu panjang, mulai dari studi kelayakan, proses pengadaan, konstruksi, hingga operasional. Ia juga menyampaikan pentingnya membangun ekosistem investasi yang lebih menarik dan berkelanjutan, didukung oleh kontrak yang stabil dan adil, serta pembagian risiko dan keuntungan yang seimbang antara pengembang dan PLN agar tidak merugikan pihak manapun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 08.05
Resmi! Daftar Tarif Listrik PLN per kWh, Berlaku Juli-September 2026
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.45
Harga LNG Turun, Industri Keramik Siap Ekspansi Rp 10 Triliun
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.25
PLN Ungkap Pengembang Swasta Bakal Dominasi Proyek PLTA
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.30
PLN Butuh Rp 627 Triliun untuk Bangun PLTA 11,7 GW
Berita terkait
PLN Gaet Swasta untuk Garap 262 Proyek PLTA dan PLTM hingga 2034
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 03.45
Kedaulatan Energi Fondasi Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.33
Pastikan Pasokan Listrik Aman, PLN Sebut Beban Puncak Listrik Selama HUT RI Capai 42,6 GW
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 16.45
Akselerasi Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.12