Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gatot Nurmantyo Sindir Tentara Salon Dapat Promosi karena Kedekatan, 'Itu Namanya 'Pelacur Politik''

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menekankan pentingnya penerapan sistem meritokrasi dalam promosi dan penempatan jabatan di lingkungan TNI. Dalam sebuah webinar bertajuk "Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab", Gatot menjelaskan bahwa promosi jabatan harus didasarkan pada kriteria objektif seperti prestasi, kemampuan, moral, etika, pendidikan, dan pengalaman. Sistem ini, katanya, memastikan bahwa prajurit terbaik yang memiliki kompetensi dan rekam jejak terbaik dapat menduduki posisi kepemimpinan.

Gatot mengingatkan bahaya jika promosi jabatan lebih dipengaruhi oleh faktor nonprofesional seperti kedekatan politik, hubungan keluarga, atau jaringan pribadi. Ia menyindir keras praktik ini dengan menyebutnya sebagai "pelacur politik", sebuah istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan prajurit yang mengejar jabatan melalui cara-cara tidak layak. Menurutnya, kondisi semacam ini dapat menimbulkan frustrasi di kalangan prajurit yang telah bekerja keras dan bahkan berkorban nyawa dalam menjalankan tugas, seperti yang dialaminya saat bertugas di Papua.

Gatot menegaskan bahwa profesionalisme TNI harus selalu dilindungi agar setiap prajurit mendapatkan kesempatan berkembang sesuai dengan kemampuan dan pengabdiannya pada negara, bukan karena faktor politik atau kedekatan pribadi. Ia meminta agar pangkat dan jabatan dianggap sebagai penghargaan atas prestasi dan dedikasi, bukan hasil dari praktik nepotisme atau pengaruh politik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait