Gatot Nurmantyo Soroti Ada Personel Naik Pangkat Instan di TNI: Tentara Tak Boleh Seperti...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyoroti fenomena kenaikan pangkat instan di tubuh militer yang diduga dikaitkan dengan koneksi personel dengan pihak berpengaruh. Dalam sebuah webinar bertajuk 'Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab', Gatot menegaskan bahwa prinsip meritokrasi menjadi fondasi penting bagi profesionalisme dan netralitas prajurit TNI. Ia mengingatkan bahwa jika sistem promosi tidak berdasarkan kinerja dan pengabdian, maka netralitas militer tidak dapat terjaga.
Menurut Gatot, adanya praktik kenaikan pangkat yang tidak transparan dan tidak adil berpotensi mengubah orientasi prajurit. Alih-alih berfokus pada pengembangan kemampuan dan dedikasi untuk negara, personel berpotensi beralih ke strategi mencari koneksi untuk mempercepat karier. Hal ini, menurutnya, berbahaya karena dapat merusak integritas institusi militer secara keseluruhan.
Gatot juga menekankan bahwa TNI sebagai lembaga pertahanan negara harus tetap netral dan tidak terlibat dalam kegiatan politik. Bagi ia, memastikan sistem promosi yang adil dan berbasis prestasi adalah langkah penting untuk menjaga komitmen TNI pada negara dan rakyatnya. Ia meminta agar seluruh prajurit tidak memandang jabatan dan pangkat sebagai tujuan akhir, melainkan tetap fokus pada pengabdian tertinggi untuk negeri.
Bagikan
Berita terkait
Eks Panglima TNI: Tentara Itu Domainnya Perang, Bukan MBG
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.56
Terungkap, Ada Tentara di Balik Sayembara Pencarian Ijazah Gibran Rakabuming
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 08.36
Kisah Ibu Pemberani Tolak Anak Disandera KKB, Berakhir Dibuang ke Jurang
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 23.17
TNI Kejar Kelompok Bersenjata yang Sandera 9 Perempuan di Jila Mimika
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 23.08