Gejolak Geopolitik Timur Tengah Bayangi Pasar, Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gejolak geopolitik di Timur Tengah, terutama di kawasan Laut Merah dan Selat Bab El Mandeb, diprediksi akan mendorong kenaikan harga emas karena investor mencari aset lindung nilai (safe haven). Selain konflik kawasan, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat dan hasil pemilu AS bulan November mendatang.
Secara teknis, harga emas dunia sebelumnya ditutup pada USD 4.378 per troy ounce. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas pekan depan akan bergerak di rentang support USD 4.250 per troy ounce dan resistance USD 4.533 per troy ounce. Kondisi ketidakpastian global ini juga berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 07.47
Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Tekanan Minyak Mereda
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 15.00
Pekan Depan, Harga Logam Mulia Diproyeksi Tembus hingga Rp2,82 Juta per Gram
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 14.00
Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Diproyeksi Tembus US$102,50 per Barel
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 12.40
Ini Alasan Orang Kaya RI Mulai Rajin Nabung Dolar AS
Berita terkait
Harga Emas Antam Merosot Rp 25 Ribu Jadi Rp 2,6 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,57 Juta
kumparan · 11 September 2026 pukul 09.16
Antam Siap Cetak 30 Juta Ton Emas per Tahun di Gresik Mulai 2028
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 19.58
IHSG Diproyeksi Menguat ke Level 6.780, Simak Rekomendasi Saham Ini
kumparan · 9 September 2026 pukul 07.01
10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 21.00