Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Diproyeksi Tembus US$102,50 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia diproyeksikan bergerak di kisaran US$90,30 hingga US$102,50 per barel dalam perdagangan pekan depan. Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan harga dapat menembus US$102,50 jika tekanan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat. Ketegangan tidak hanya di Selat Hormuz, tetapi juga di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, terutama akibat aktivitas militernya kelompok Houthi di Yaman yang meningkatkan serangan dengan missile dan drone, termasuk menyerang Arab Saudi. Gangguan keamanan di jalur pelayaran penting menimbulkan kekhawatiran terhadap distribusi energi dunia. Faktor lain yang memengaruhi harga minyak meliputi kebijakan politik Amerika Serikat serta arah kebijakan Federal Reserve.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.00
Gejolak Geopolitik Timur Tengah Bayangi Pasar, Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 07.41
Raksasa Wall Street Menyerah Tak Lagi Sanggup Prediksi Harga Minyak, Ekonomi Dunia Diambang Bahaya?
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 10.41
Imbas Perang, Arab Saudi Batalkan Pengiriman Minyak ke Kilang-kilang Eropa
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 08.33
Harga Minyak Dunia Tergelincir, Ini Pemicunya
Berita terkait
Harga Minyak Turun 1%, Pasar Mulai Redam Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.17
Pertamax Diprediksi Rp 20 Ribu, Seusai Kenaikan Harga Minyak Global
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 18.36
Keseimbangan Kekuatan di Timur Tengah Bergeser setelah Ancaman Krisis Energi dari Iran dan Houthi
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 18.03
Harga Minyak Melonjak di Atas 3%, Serangan Saudi dan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 10.03