Genjot Ekspor, Geo Dipa Usul Reformasi Fiskal EBT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9363668/original/057398400_1790910993-IMG_7498.jpg)
PT Geo Dipa Energi (Persero) mengusulkan reformasi fiskal Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk meningkatkan daya saing ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Direktur Utama Yudistian Yunis menekankan perlunya pergeseran paradigma EBT dari sekadar kewajiban emisi menjadi instrumen fiskal industri hijau. Hal ini didorong oleh proyeksi kebutuhan listrik hijau sektor industri yang mencapai 140 TWh pada 2034, atau sekitar 70% dari total produksi EBT nasional.
Geo Dipa mengusulkan Fiscal Neutrality Framework dan Closed Loop Green Fiscal System untuk mengurangi beban fiskal penyedia energi, seperti PBB Tubuh Bumi dan PNBP. Investasi hijau sebesar US$ 45–60 miliar diprediksi mampu meningkatkan PDB nasional hingga 11% dan menciptakan 1,8–1,9 juta lapangan kerja hijau pada 2030. Saat ini, Indonesia baru memanfaatkan 11% dari total potensi panas bumi dunia yang dimilikinya sebesar 24 GW.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan Tinggal 6,5 Persen di 2027
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.12
Prabowo Targetkan Tingkat Kemiskinan 2027 Turun ke 6,0-6,5 Persen
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.03
Bamsoet Tegaskan RI Harus Jadi Kekuatan Penyeimbang Persaingan Global
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.09
Rupiah diprediksi melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 10.51