Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Genjot Ekspor, Geo Dipa Usul Reformasi Fiskal EBT

PT Geo Dipa Energi (Persero) mengusulkan reformasi fiskal Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk meningkatkan daya saing ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Direktur Utama Yudistian Yunis menekankan perlunya pergeseran paradigma EBT dari sekadar kewajiban emisi menjadi instrumen fiskal industri hijau. Hal ini didorong oleh proyeksi kebutuhan listrik hijau sektor industri yang mencapai 140 TWh pada 2034, atau sekitar 70% dari total produksi EBT nasional.

Geo Dipa mengusulkan Fiscal Neutrality Framework dan Closed Loop Green Fiscal System untuk mengurangi beban fiskal penyedia energi, seperti PBB Tubuh Bumi dan PNBP. Investasi hijau sebesar US$ 45–60 miliar diprediksi mampu meningkatkan PDB nasional hingga 11% dan menciptakan 1,8–1,9 juta lapangan kerja hijau pada 2030. Saat ini, Indonesia baru memanfaatkan 11% dari total potensi panas bumi dunia yang dimilikinya sebesar 24 GW.

Berita terkait