Rupiah diprediksi melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diprediksi melemah ke kisaran Rp17.950-Rp18.050 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak global. Ketegangan meningkat setelah AS menjatuhkan sanksi baru pada sektor perkeretaapian, otomotif, dan jaringan perbankan Iran, sementara Iran menuntut pencairan aset serta pencabutan blokade laut.
Selain faktor global, sentimen rupiah dipengaruhi oleh perubahan kabinet pemerintah Indonesia. Pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM menjadi perhatian pasar karena berdampak pada pengelolaan energi, komoditas, dan neraca perdagangan nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.35
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.947 Jelang Akhir Pekan Ini
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 09.24
Awal Perdagangan, Rupiah Balik Arah Menguat ke Level Rp17.925 per USD
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 08.51
IHSG Diramal Ambruk ke 6.000, Pasar Mencerna Dampak Reshuffle Kabinet
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 08.30
Rupiah Berpotensi Tembus Rp 18.000, Pasar Cermati Data Ekonomi
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.903 per USD, Pasar Soroti Kenaikan Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.18
Rupiah Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 11.26
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Penekan
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 11.00
Alram Defisit APBN Menyala, Ekonom Warning Bisa Tembus 3,1%
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 06.55