Gerindra Sindir Jokowi: Mohon Maaf, Prabowo Sekarang Jauh Lebih Demokratis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politikus Partai Gerindra Habiburokhman membandingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pemerintahan saat ini dinilai jauh lebih demokratis dibandingkan era sebelumnya. Habiburokhman juga menilai penggunaan hukum sebagai instrumen kekuasaan lebih ringan pada pemerintahan Prabowo dibandingkan pemerintahan Jokowi sebelumnya.
Habiburokhman menekankan pentingnya perspektif jangka panjang dalam menilai demokrasi dan penegakan hukum. Ia menyatakan bahwa bukan hanya soal siapa yang memegang kekuasaan saat ini, tetapi juga bagaimana kekuasaan memperlakukan pihak yang berbeda pandangan. DPR dan pembuat kebijakan harus mempertimbangkan kemungkinan ketika posisi politik berubah dan pihak yang saat ini berkuasa suatu saat berada di luar pemerintahan.
Berdasarkan pengalamannya sebagai mantan anggota oposisi, Habiburokhman mengingatkan agar aturan hukum yang sedang dibentuk tidak menjadi instrumen untuk menekan kelompok yang berseberangan. Ia khusus menyoroti Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang harus dirancang dengan mempertimbangkan kemungkinan buruk, termasuk penggunaan oleh pihak yang tidak lagi berkuasa di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 7 September 2026 pukul 19.42
AHY Singgung Kekuasaan, PAN Tegaskan Dukung Terus Prabowo: Hidup Mati Bersama
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.56
Respons AHY, PAN Bicara Kesetiaan dengan Prabowo
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.43
Habib Klaim Prabowo Lebih Demokratis dari Pemerintah Sebelumnya
Berita terkait
Komisi III DPR: Pemerintahan Prabowo Lebih Demokratis dari Sebelumnya
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.10
Dikritik Punya Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan RI dengan Timor Leste yang Punya 28 Menteri
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 07.14
Prabowo: Koalisi Delapan Partai Saat Ini Sudah Luar Biasa Efisien
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.49
Kabinetnya Disebut Gemuk dan Tidak Efisien, Prabowo: Karena Demokrasi, Saya Harus Berkoalisi
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 12.44