Gerindra Ungkap Sikap Prabowo soal Reshuffle: Bukan Ritual Besar, Bisa Dilakukan Kapan Saja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak perlu memandang pergantian menteri atau reshuffle kabinet sebagai peristiwa politik yang harus diupacarakan secara besar. Menurut Fadli, reshuffle merupakan mekanisme normal dalam pemerintahan yang dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan evaluasi kinerja para menteri. Ia menekankan bahwa keputusan reshuffle tidak selalu ditentukan oleh pembagian posisi politik di antara partai koalisi, tetapi juga didasarkan pada kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas yang diberikan presiden. Bagi Gerindra, substansi utama reshuffle adalah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fadli juga menyatakan bahwa sistem politik Indonesia yang bersifat gotong royong memang melibatkan praktik take and give, namun fleksibilitas alokasi mandat presiden tetap mengedepankan kepentingan rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.10
Poltracking: 51,9 Persen Publik Nilai Kabinet Merah Putih Perlu Direshuffle
Berita terkait
Gerindra: Gaya Prabowo Mirip Donald Trump di Amerika Serikat
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 12.04
Rocky Gerung: Batalkan Perjanjian Putih dengan Elite, Prabowo Harus Buat Kontrak Baru
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 12.20
Dasco Respons Kader Gerindra Sulsel Dorong Prabowo 2 Periode
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 07.45
Elitenya Prabowo Kena Tampar Mahfud MD: Sudah Setahun Jadi Menteri, Gak Ada yang Dulu Dijanjikan
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 19.54