Global Gonjang-ganjing, Suahasil Klaim Ekonomi RI Masih Tangguh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kenaikan suku bunga The Fed, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan perekonomian Indonesia tetap tahan dan kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45%, sementara inflasi sebesar 3,19% memberikan kepercayaan bahwa perekonomian negeri ini tetap resilien. Suahasil menilai langkah pengenaan suku bunga oleh The Fed merupakan antisipasi terhadap kondisi ekonomi AS, sementara pasar memperkirakan suku bunga global akan tetap tinggi dalam jangka panjang. Meski pertumbuhan ekonomi global mengalami moderasi, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik.
Ketahanan perekonomian Indonesia tidak hanya terlihat dari angka makroekonomi, tetapi juga tercermin dalam aktivitas nyata di masyarakat. Transaksi, investasi, dan konsumsi masyarakat tetap berjalan dengan baik, bahkan di tengah pertumbuhan yang bervariasi di negara-negara mitra seperti India, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan China. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia mampu bertahan dan bergerak stabil meski menghadapi tekanan dari luar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.01
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% akibat Inflasi Perang Iran
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 11.01
Penerimaan pajak terhimpun Rp1.409 triliun, tumbuh 24,1 persen
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 07.33
Harga Emas Hari Ini Melesat 2% Setelah Harga Minyak hingga Dolar AS Tertekan
kumparan · 17 September 2026 pukul 20.00
Fed Naikkan Suku Bunga, Kemenkeu Buka Opsi Penyesuaian Harga Global Bond
Berita terkait
Ekonom Dorong Suahasil Capai Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6 Persen
JawaPos · 16 September 2026 pukul 08.30
IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Pasar Pantau Menkeu Suahasil Nazara dan The Fed
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.50
Rupiah Diprediksi Menguat Usai Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.43
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06